Berita Harian Terbaru

Berita Harian PEMERINTAH, EKONOMI, BISNIS, NASIONAL, OLAHRAGA, KESEHATAN, PENDIDIKAN, PEKANBARU, TERBARU, POPULER

Dishub : Tindak Tegas Supir TMP Tak Disiplin


Dishub : Tindak Tegas Supir TMP Tak Disiplin - Sehubungan adanya  oknum sopir Trans Metro yang menurunkan penumpang diluar halte. Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru akan menjatuhkan sangsi tegas berupa pemcatan bagi oknum sopir Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang tidak disiplin menaikkan dan menurunkan penumpang di dalam halte SAUM. Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Dedi GUsriadi kepada Haluan Riau, Kamis (24/1).

Dedi mengakui, tindakan tidak disiplin dari Sopir TMP tersebut akan membahayakan penumpang itu sendiri. Disamping itu  juga mengganggu kelancaran arus lalu lintas karena  kendaraan lain terhalang  dengan ukuran bus transmetro yang besar.

"Untuk itu kita dari dinas akan memberikan sanksi tegas terhadap mereka menurunkan penumpang disembarang tempat,"ujarnya.

Lebih lanjut, agar kasus yang sama tidak kembali terulang, Dishub  meminta kerjasama penumpang Bus Trans Metro sendiri dengan tidak meminta sopir menurunkannya diluar halte.

"Kita juga minta kepada masyarakat untuk tidak meminta diturunkan ditempat selain halte, karena itu akan sangat berbahaya serta memicu kemacetan,"himbaunya.

Disinggung mengenai apakah ada kerugian bagi secara finansial jika TMP menurunkan penumpang disembarang tempat, Dedi menjelaskan bahwa TMP tidak akan merugikan pendapatan secara finansial.Sebab menurunya meski penumpang naik dari pintu depan atau diluar halte namun tetap akan dikenakan bayaran. Apalagi pembayaran tiket saat ini tidak lagi di halte namun langsung diatas bus.

"Hanya saja, yang kita antisipasi yaitu jangan sampai TMP seperti angkot biasa, yang menurunkan penompang disembarangan tempat, jadi sia-sia saja upaya kita selama ini mengantisipasi kemacetan,"tutupnya.

Warga Kampung Baru Keluhkan maraknya Pembangunan Liar


Warga Kampung Baru Keluhkan maraknya Pembangunan Liar  -Semakin padatnya penduduk kota Pekanbaru membuat lahan-lahan perkotaan semakin sempit dan memaksa para pedatang untuk membangun tempat tinggal dilahan-lahan kosong pemukiman warga tampa peduli dengan hak-hak orang banyak disekitar wilayah tersebut.

Seperti yang terjadi di kecamatan Senapelan, kelurhan kampung Baru tepatnya dijalan Di Panjaitan dekat mesjid Al-Barru telah banyak dibangun bangunan semi permanen yang membuat jalan-jalan menjadi sempit.

Demikian diungkapkan salah seorang Warga Kampung Baru, Zainal kepada Haluan Riau, Kamis (24/1).

"Memang dulu ini tanah warga sini, namun pemerintah kota Pekanbaru telah melakukan pembebasan lahan, namun beberapa waktu belakangan ini ada orang baru yang menempati dan membangun bangunan semi permanen,"ungkapnya.

Ia mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya telah mencoba melayangkan surat langsung kepada Walikota Pekanbaru, namun hingga saat ini tidak ada gubrisan sama sekali.

"Pernah kami mencoba untuk menghentikan pembangunan diwilayah tersebut, namun mereka berdalaih ini kan bukan tanah kalian kenapa kalian yang sibuk, padalah keberadaan mereka sangat menggangu mobilitas pemukiman di daerah kami,"jelasnya lagi.

Lanjut, ia juga mengatakan pihaknya juga memiliki bukti yang sah atas tanah tersebut telah dibebaskan pemerintah, jadi pihaknya sebagai warga kota pekanbaru berharap kepada pemerintah untuk segera menindak bagunan-bangunan liar tersebut.

"Kami harap ada tindakan tegas dari pemerintah, karena jika pembangunan perkotaan ini tidak diatur kita akan kebanjiran seperti ibukota Jakarta,"pungkasnya.

DKP : Jika Tidak Di Olah, Daya Tampung TPA Muara Fajar Hanya Bertahan Selama 1,5 Tahun


PEKANBARU - Produksi sampah kota Pekanbaru perharinya mancapai 300 ton perhari, hal ini sudah sangat mengkhawatirkan pasalnya untuk pengolahan dan daur ulang sampah tersebut masih sangat minim bahkan bisa dikatakann belum ada.

Berdasarkan hal tersebut, Kepala dinas Kebersiaha dan pertamanan Kota Pekanbaru, Syafril memprediksi bahwa daya tampung TPA( tempat pembuangan Akhir) yang berada di Muara Fajar hanya sanggup bertahan selama 1,5 tahun.

"Jika kita lihat secara real, laur TPA yang berkisar 8,9 Hektar tersebut, hanya sanggup menampung sampah sekitar setahun lebih karena melihat produksi sampah kita yang mencapai 300 ton perhari,"terangnya.

Dikatakannya, untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya bersama dengan pemerintah kota Pekanbaru telah menerima berbagai tawaran kerjasama untuk pengolahan sampah, namun hingga saat ini belum ada pihak yang pasti untuk mengolahnya.

"Ada beberapa pengusaha dari luar negri seperti, cina, korea, dan Australia yang berminat mengolah sampah kita, namun semua masih dalam tahap negosiasi dengan pemko Pekanbaru,"paparnya.

Lebih lanjut, Jika telah ada perusahaan yang secara pasti melakukan pengolahan terhadap sampah-sampah dikota Pekanbaru, maka sampah dikota Pekanbaru tidak akan ada lagi, sepertii di kota Surabaya yang menejemen pengolahan sampahnya sudah sangat bagus.

"Maka dari itu secepatnya kita akan mencarikan pihak ketiga yang paling berkompeten untuk menangani sampah yang ada dikota ini,"tutupnya.

Damkar Kekurangan Personil dan Armada Untuk Jinakkan Sijago Merah


Damkar Kekurangan Personil dan Armada Untuk Jinakkan Sijago Merah - Untuk mengantisipasi kebakaran dikota Pekanbaru yang tergolong kota Padat penduduk, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru mengeluhkan kekurangan personil dan armada dilapangan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Andry Sukarmen kepada Haluan Riau, Selasa (5/2).

Dikatakanya, idealnya kota Pekanbaru harus memiliki 20 unit mobil pemadam kebakaran, dan disetiap kecamatannya harus didirikan pos-pos pemadam kebakaran, sehingga jika terjadi gejolak si jago merah maka Damkar akan mudah masuk ke lokasi tersebut untuk menjinakkanya.

"Namun untuk saat ini kita hanya memiliki 13 Unit mobil Damkar, dua diantaranya mengalami rusak berat, sementara untuk pos penjagaan kita baru memiliki tujuh unut dan membutuhkan lima unit lagi,"jelasnya.

Disebutkanya, untuk tahun ini Pemko Pekanbaru telah menganggarkan dana untuk pembebasan lahan pembuatan pos-pos Pemadam kebakaran, dan 2 unit mobil pemadam kebakaran,"paparnya.

"Dengan begitu, secara berangsur-angsur semua kebutuhan untuk mengantisiipasi kebakaran dikota Pekanbaru akan lebih ditingkatkan,"ujarnya.

Lebih lanjut, Untuk personil sendiri Dinas Pemadam Kebakaran sudah cukup mengkhawatirkan, pasalnya jumlah yang saat ini sangat terbatas yaitu dari PNS nya hanya 74 orang, dan tenaga PHL nya berjumlah 85 orang.

"maka dari itu kita telah mengajukan pada Pemerintah kota untuk penambahan jumlah personil, diantaranya PNS kita ajukan 8 orang, sementara PHLnya 133 orang,"ujarnya lagi.

Ketika disinggung mengenai Kapan akan dibangun Pos-Pos penjagaan Pemadam Kebakaran, Ia mengatakan untuk tahun ini pihaknya akan fokus pada Pembebasan lahannya, sementau untuk pembangunan fisiknya akan dilakukan tahun depan.

"Lima pos yang akan kita tambah tersebut akan dibangun tahun 2014 mendatang,"katanya.
Powered by Blogger.
You are here : Home »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berita Terbaru | Berita Wajib - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger