Berita Harian Terbaru

Berita Harian PEMERINTAH, EKONOMI, BISNIS, NASIONAL, OLAHRAGA, KESEHATAN, PENDIDIKAN, PEKANBARU, TERBARU, POPULER

Distan : Ulat Bulu di Lembah Damai Tidak Berbahaya


Distan : Ulat Bulu di Lembah Damai Tidak Berbahaya - Berdasarkan hasil laboratorium terkait pemeriksaan ulat bulu oleh salah satu laboratorium di Karawang , Jawa Barat yang diterima Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru, Sentot Djoko Prayitno, memastikan kasus ulat bulu yang muncul dikelurahan lembah damai kecamatan Rumbai pesisir beberapa waktu lalu tergolong jenis hama biasa dan tidak membahayakan, Kamis (24/1).

"Dari hasil pemeriksaan disebutkan dampak yang ditimbilkan oleh ulat bulu tersebut untuk manusia hanya berupa iritasi atau gatal-gatal sedangkan untuk tumbuhan akan menyebabkan kerusakan pada daun dan menurunnya produksi buah,"jelasnya.

Menurut Sentot, secara umum untuk ulat bulu yang muncul di Kelurahan Lembah Damai hanya bisa tergolong kasus dan tidak sampai mewabah.

"Dan saat ini kita telah bisa menghentikan penyebarannya yaitu dengan melakukan penyemprotan serta menghimbau warga tetap waspada,"tambahnya.

Lebih lanjut, Mengenai kemungkinan munculnya kasus yang sama dilokasi lain, dinyatakan Sentot sangat bisa karena populasi ulat bulu tersebut banyak dipohon. Namun untuk saat ini, Dinas Pertanian dan peternakan Kota Pekanbaru belum menerima pengaduan dari masyarakat.

"jika nanti ada laporan, pihaknya segera akan melakukan penyisiran sekaligus mengambil langkah penanganan agar tidak meluas ke tempat lain"terangnya.

PU : Tahun Ini, Tidak Ada Pembangunan Waduk Resapan Baru


PU : Tahun Ini, Tidak Ada Pembangunan Waduk Resapan Baru - Telah dipastikan tahun ini pemerintah kota pekanbaru (Pemko) tidak ada membangun waduk baru yang digunakan tempat resapan air dalam upaya mengatasi banjir ataupun air tergenang. Saat ini hanya baru sebatas perencanaan didalam tata ruang kota. Anggaran untuk pembangunannya akan diusulkan dalam APBD Perubahan nantinya, dan di 2014 fisiknya baru dibangun. Demikian dikatakan Kepala Dinas PU kota Pekanbaru, Azmi kepada Haluan Riau, Kamis (24/1).

Ia mengatakan, rencana pembangunan waduk resapan ada di beberapa titik diantaranya di sekitaran AKAP dan ada dua yang direkomkan sebagai kawasannya yaitu di Rumbai  dan rumbai pesisir.

"Hanya saja dua yang direkom itu belum dimasukkan kedalam desain bangunannya, yang jelas sudah dimasukkan kedalam rencana tata ruang yang ada ditempat itu," kata Azmi.

Ia mengatakan Untuk tahun ini, hanya sebatas pemeliharaan dari lumbung-lumbung penampungan air yang ada, seperti yang ada di Cipta Karya, main stadium, Jalan di Ponegoro, dan rumbai. Dan keempat lumbung penampungan air kala hujan, atau air tergenang dan banjir sudah diserahkan Pemerintah provinsi kepemerintah kota dalam hal pemeliharaannya. 

"Dan diantaranya juga ada yang perlu direhabilitasi, seperti, perbaikan pintu-pintu air, serta melihat peluang untuk bisa di perluas,"Tambahnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Azmi, untuk lokasi dibangunnya waduk nantinya dibutuhkan lahan seluas lebih kurang 4,54 hektar, dari seluas itu bukan hanya diperuntukkan untuk waduk melainkan multi fungsi. Saat ini baru sebatas rencana tata bangunan dan lahan. 

"Maka dari itu di APBD-P juga nanti baru dimasukkan desainnya dan pembangunan fisiknya di 2014, selain itu kita juga akan meminta provinsi turut membantunya,"tutupnya.

Pemko Anggarkan 30 M Untuk Perbaikan Infrastruktur


Pemko Anggarkan 30 M Untuk Perbaikan Infrastruktur - Upaya meningkatkan pelayanan pulik, tahun ini Pemko (Pemeritah kota) Pekanbaru alokasi dana 30 M yang direncana untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Demikian diungkapkan Kepala Bapeda kota Pekanbaru kepada Haluan Riau, Kamis (24/1).

Ia mengatakan ada beberapa pembangunan yang pihaknya rencanakan, Antara lain berupa pembangunan RSUD Pekanbaru, pembangunan kantor Camat Tampan dan Rumbai Pesisir serta pembangunan 5 kantor kelurahan. Masing-masing kantor lurah Sago, Rejosari, Harjosari dan Tengkerang Utara serta Kantor LUrah Sidomulyo Timur.

"Kita akan mengucurkan dana sekitar 30 Milyar dengan rincian untuk pembangunan RSUD Pekanbaru dialokasikan sebesar 10 M  dengan perencanaan dua kali tahun anggaran. Sedangkan untuk pembangunan fisik kantor kecamatan dialokasikan masing-masing 4 M dan kantor lurah masing-masing 2 M,"jelasnya.

Lebih lanjut, Mengenai lahan pembangunan kantor camat sendiri menurut Sofian, untuk kantor Camat Tampan masih tetap dibekas kantor lama sementara kantor Camat Rumbai Pesisir pindah ke lokasi baru.

"Berdasarkan dari rapat koordinasi terakhir Bappeda dengan pihak kecamatan, saat ini pihak kecamatan masih mencari lokasi yang cocok untuk dibangun kantor Camat. Begitu juga dengan kantor lurah, dari 6 yang akan dibangun satu diantaranya dipindah kelokasi baru yakni Kelurahan Sumabilang. Dengan pertimbangan luas lahan kantor yang lama sudah tidak memadai untuk kantor baru,"tutupnya.

Dishub : Tindak Tegas Supir TMP Tak Disiplin


Dishub : Tindak Tegas Supir TMP Tak Disiplin - Sehubungan adanya  oknum sopir Trans Metro yang menurunkan penumpang diluar halte. Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru akan menjatuhkan sangsi tegas berupa pemcatan bagi oknum sopir Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang tidak disiplin menaikkan dan menurunkan penumpang di dalam halte SAUM. Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Dedi GUsriadi kepada Haluan Riau, Kamis (24/1).

Dedi mengakui, tindakan tidak disiplin dari Sopir TMP tersebut akan membahayakan penumpang itu sendiri. Disamping itu  juga mengganggu kelancaran arus lalu lintas karena  kendaraan lain terhalang  dengan ukuran bus transmetro yang besar.

"Untuk itu kita dari dinas akan memberikan sanksi tegas terhadap mereka menurunkan penumpang disembarang tempat,"ujarnya.

Lebih lanjut, agar kasus yang sama tidak kembali terulang, Dishub  meminta kerjasama penumpang Bus Trans Metro sendiri dengan tidak meminta sopir menurunkannya diluar halte.

"Kita juga minta kepada masyarakat untuk tidak meminta diturunkan ditempat selain halte, karena itu akan sangat berbahaya serta memicu kemacetan,"himbaunya.

Disinggung mengenai apakah ada kerugian bagi secara finansial jika TMP menurunkan penumpang disembarang tempat, Dedi menjelaskan bahwa TMP tidak akan merugikan pendapatan secara finansial.Sebab menurunya meski penumpang naik dari pintu depan atau diluar halte namun tetap akan dikenakan bayaran. Apalagi pembayaran tiket saat ini tidak lagi di halte namun langsung diatas bus.

"Hanya saja, yang kita antisipasi yaitu jangan sampai TMP seperti angkot biasa, yang menurunkan penompang disembarangan tempat, jadi sia-sia saja upaya kita selama ini mengantisipasi kemacetan,"tutupnya.
Powered by Blogger.
You are here : Home »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berita Terbaru | Berita Wajib - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger