Berita Harian Terbaru

Berita Harian PEMERINTAH, EKONOMI, BISNIS, NASIONAL, OLAHRAGA, KESEHATAN, PENDIDIKAN, PEKANBARU, TERBARU, POPULER
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Distan : Ulat Bulu di Lembah Damai Tidak Berbahaya


Distan : Ulat Bulu di Lembah Damai Tidak Berbahaya - Berdasarkan hasil laboratorium terkait pemeriksaan ulat bulu oleh salah satu laboratorium di Karawang , Jawa Barat yang diterima Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru, Sentot Djoko Prayitno, memastikan kasus ulat bulu yang muncul dikelurahan lembah damai kecamatan Rumbai pesisir beberapa waktu lalu tergolong jenis hama biasa dan tidak membahayakan, Kamis (24/1).

"Dari hasil pemeriksaan disebutkan dampak yang ditimbilkan oleh ulat bulu tersebut untuk manusia hanya berupa iritasi atau gatal-gatal sedangkan untuk tumbuhan akan menyebabkan kerusakan pada daun dan menurunnya produksi buah,"jelasnya.

Menurut Sentot, secara umum untuk ulat bulu yang muncul di Kelurahan Lembah Damai hanya bisa tergolong kasus dan tidak sampai mewabah.

"Dan saat ini kita telah bisa menghentikan penyebarannya yaitu dengan melakukan penyemprotan serta menghimbau warga tetap waspada,"tambahnya.

Lebih lanjut, Mengenai kemungkinan munculnya kasus yang sama dilokasi lain, dinyatakan Sentot sangat bisa karena populasi ulat bulu tersebut banyak dipohon. Namun untuk saat ini, Dinas Pertanian dan peternakan Kota Pekanbaru belum menerima pengaduan dari masyarakat.

"jika nanti ada laporan, pihaknya segera akan melakukan penyisiran sekaligus mengambil langkah penanganan agar tidak meluas ke tempat lain"terangnya.

Diskes Sosialisasikan Kartu Jamkesmas


Diskes Sosialisasikan Kartu Jamkesmas - Untuk memberikan pelayanan dan jaminan kesehatan kepada masyarakat kurang mampu yang berada di kota Pekanbaru, Dinas Kesehatan kota Pekanbaru akan membagikan kartu Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) melalui 20 puskesmas yang ada dikota Pekanbaru. Demikian diungkapakan Rini Kepala Dinas Kesehatan kota Pekanbaru kepada Haluan Riau, Selasa (5/2).

Dikatakanya, Kartu Jamkesmas tersebut akan berlaku mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit dikota Pekanbaru.

"Artinya, kartu ini sangat bermamfaat dan diharapakan dapat membantu masyarakat tidak mampu dalam memperoleh pelayanan kesehatan,"ungkapnya.

Dikatakanya, belajar dari tahun sebelumnya banyak masyarakat yang mengeluhkan jika berobat menggunakan kartu jamkesmas, karena pelayanannya sangat kurang dan jauh berbeda dengan membayar secara reguler. Menyikapi hal ini pihaknya akan melakukan eveluasi setiap bulannya sehingga pihak puskesmas ataupun rumah sakit rujukan seperti RSUD, RS TNI AU, dan sebagainya dapat dikontrol dan dievaluasi.

"Selain itu kita juga meminta laporan dari masyarakat jika ada pihak pelayan kesehatan yang membeda-bedakan pasienya,"ujarnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan pihaknya akan lebih mengutamakan jemput bola kepada masyarakat, pasalnya lebih baik mencegah penyakit itu datang dari pada mengobati penyakit tersebut.

"Dengan begitu, masyarakat yang menggunakan kartu jamkesmas tersebut adalah masyarakat yang benar-benar membutuhkan,"ujarnya lagi.

Ketika disinggung mengenai masa berlaku kartu tersebut, Rini mengatakan kartu tersebut berlaku hanya dalam waktu satu tahun, dan untuk tahun berikutnya akan diperbaharui lagi langsung dari pusat.

"Jadi belum tentu tahun depan masyarakat yang dapat kartu jamkesmas mendapatkanya lagi,"tutupnya.

PDAM Akan Dikelola Pihak Ketiga


Pengeloahan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Tirta Siak Pekanbaru akan diserahkan kepada pihak ke tiga. Pasalnya melihat kondisi saat ini apa yang dihasilkan PDAM masih belum bisa mencukupi seluruh kebutuhan kota Pekanbaru. Demikian diungkapkan Walikota Pekanbaru Firdaus kepada Haluan Riau, Senin (21/1).

PDAM

Dikatakanya, saat ini telah ada dua investor asing asal Korea Selatan dan Perancis yang telah melirik dan benar-benar ingin serius untuk melakukan pengelolaan terhadap pelayanan air bersih di Pekanbaru ini.

"hal ini dapat kita lihat dari beberapa kali melakukan ke lokasi oleh dua investor asal luar negeri tersebut. Bahkan untuk pengusaha dari Korea sendiri telah melakukan studi kelayakan terkait potensi
pengelolaannya,"ungapnya.

Sementara untuk pengusaha dari Frasncis sendiri, saat ini mereka masih menimbang-nimbang. Tetapi pada dasarnya sama, mereka tertarik untuk melakukan pengelolaan PDAM. Mereka melihat ada dua sungai besar yang dianggap potensi besar dengan sumber dari air Sungai Siak dan Kampar.

"Namun untuk kontrak kerjasamanya sendiri, sampai saat ini belum diketahui. Terpenting dari dua investor tersebut mereka sama-sama tertarik untuk melakukan pengelolaan air bersih di Kota Pekanbaru," terang Firdaus,

Lebih lanjut, Pengolahan PDAM tersebut merumakan tindak lanjut dari pertemuanya beberapa hari yang lalu di Jakarta. Meskipun, Pemko Pekanbaru sempat mengupayakan pengelolaan oleh pemerintah sendiri namun masih belum mencukupi.

"mengingat kondisi pelayanan air bersih adalah untuk masyarakat sangat penting. PDAM masih memerlukan banyak modal dan pembenahan sistem yang memerlukan banyak anggaran maka dari itu solusi terbaiknya yaitu bekerjasama dengan investor asing,"jelasnya.

Kesejahteraan Medis Puskesmas Pinggiran Harus Diperhatian


Kesejahteraan Medis Puskesmas Pinggiran Harus Diperhatian - Kesejahteraan sumber daya manusia sebagai tenaga medis di puskesmas baik  dalam kota ataupun puskesmas di kawasan pinggiran sangat perlu untuk diberikan perhatian lebih, mengingat mereka sehari-hari bergelut dengan pekerjaan yang memiliki resiko tinggi, baik iu berupa penyakit menular atau tidak. Demikian diungkapkan Ade hartati Wakil Anggota Komisi III DPRD kota Pekanbaru kepada Haluan Riau, Senin (21/1).

Puskesmas
Ilustrasi Puskesmas

Dikataknya, mereka para medis tersebut merawat seluruh pasiennya dengan bersintuhan langsung terhadap penyakit tidak satu atau dua pasien melainkan puluhan setiap harinya. 

"Untuk itu, pemerintah melalui dinas kesehatan harus memperhatikan nasip mereka yang bersintuhan langsung dengan proses perawatan penyakit yang diderita masyarakat.  Karena keberadaan mereka sangat perlu untuk di Perhatikan," katanya.

Lebih lanjut, Dirinya berharap  kedepannya, pemerintah setidaknya mengangarkan untuk tunjangan profesi kepada SDM tenaga medis yang ada di puskesmas terutama pada kawasan pinggiran. 

"Ini yang ditekankan kepada diskes (Dinas kesehatan) ketika hearing bebrapa waktu lalu. Selain memperhatikan keberadaan tenaga medisnya, sangat di tekankan pemerintah untuk menganggarkan tunjangan profesi bagi mereka,"Paparnya lagi.

Selain itu juga, dinas kesehatan harus memperhatikan anggaran untuk puskesmas yang rawan bencana di kawasannya. pasalanya, ketika banjir tiba pihak puskesmas membuka posko penanganan medis bagi masyarakat yang terkena banjir. Dan untuk itu juga membutuhkan biaya eksta.

"pelayanan tenaga medis dalam menjalakan tugas dan fungsinya  harus menjadi yang terdepan, artinya pihak medis sendiri harus memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat. jika nanti pemerintah menganggarkan untuk tunjangan profesi bagi tenaga medis maka pelayanan kesehatan harus lebih di tingkatkan lagi," ungkapnya.

Disperindag Tingkatkan Pengawasan Maraknya Obat-obatan luar dan Kosmetik Palsu

obat
Obat-obatan
Berdasarkan pantauan Haluan Riau, Kamis (17/1), dibeberapa pasar tradisional seperti Pasar Dupa, Pasar Pagi Arengka dan Pasar Panam banyak terdapat obat-obat luar dan kosmetik yang diindikasi palsu, pasalnya di liat dari harganya sangat miring dan menarik
para konsumen.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Pekanbaru melalui Kabag Humas Pemko, Harisz Rozie mengatakan bahwa Wako telah mengintruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Pekanbaru untuk lebih meningkatkan pengawasanya terutama pada barang-barang yang beredar dipasaran.

"Disperindag kita minta untuk berkoordinasi dengan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indoensia) serta BPON untuk mengawasi peredaran barang-barang dipasaran seperti barang kadalauarsa, obat-obatan berbahaya dan kosmetik palsu,"jelasnya.

Menurutnya, bukan hanya sebatas obat-obatan dan kosmetik saja yang banyak beredar dipasaran, tapi telor ayam pun telah mulai dipalsukan oleh orang dan itu telah ada ditemui dikota Pekanbaru.

"Ini akan menjadi perhatian kita, karena sangat merugikan masyarakat dan berefek pada kesehatan, pasalnya bahan dan komponen-komponennya masih belum teruji,"Tambahnya lagi.

Lebih lanjut, Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada sebelum membeli barang-barang dipasaran, jangan tergiur dengan harga murah karena belum tentu sesuai dengan tubuh kita.

"Misalnya saja seperti kosmetik dengan merek terkenal yang dijual dengan harga miring, barang tersebut belum tentu asli karena mungkin saja tiruan atau palsu,"paparnya.

Ketika disinggung mengenai tindakan tegas Pemerintah terhadap peredaran barang-barang tersebut, Dirinya mengatakan pengedaran barang palsu dipasaran adalah pelanggaran hukum dan akan ditindak sesuai perundang-undangan yang berlaku.

"Jika kedapatan nantinya dalam operasi atau pengawasan maka akan segera dilakukan penindakan sesuai hukum yang berlaku dan mengacu pada UU perlindungan konsumen,"pungkasnya.

Semakin Maraknya Obat-Obat Luar Dan Kosmetik Palsu Beredar

Obat-Obat Luar Dan Kosmetik Palsu Semakin Marak
"Kami Hanya berdagang Untuk kehidupan"

obat

PEKANBARU-Maraknya peredaran obat-obat luar dan kosmetik bermerek terkenal namun di hargai dengan murah oleh pedagang-pedagang di pasar tradisional. Berdasarkan pantauan Haluan Riau dibeberapa pasar tradisional memang terdapat kosmetik-kosmetik yang harganya cukup miring dan menggirkan bagi para perempuan yang hobi bersolek.

Seperti halnya Riska (30) yang ditemui Haluan Riau sedang membeli sebuah lipstik berwarna merah jambu dengan harga Rp 10.000, disalah satu pasar tradisional kota Pekanbaru, Ia mengatakan lebih mau membeli lipstik yang murah kerena sesuai dengan budget yang dirinya miliki.

"Buat apa beli mahal-malah, kan warnanya itu itu juga, lebih baik beli yang murah kita bisa dapat tiga buah warna berbeda ditambah lagi mereknya kan sama dek,"katanya sembari memutar mutar gagang liptiks yang akan dia beli.

Ketika disinggung resiko barang murah banyak barang tiruan, Riska mengatakan rasa khawatir akan efek samping dari bahan-bahan kimia yang terkandung dalam kosmetik memang ada, namun sejauh ini tidak ada masalah.

"Ya, kan bisa kita coba dulu, jika tidak masalah kan bisa beli lagi, kan setiap orang berbeda-beda jenis perawatan tubuhnya termasuk kosmetik yang dibelinya,"terangnya lagi.

Hal sebaliknya diungkapkan Heni (23) seorang mahasiswi UIN Suska Pekanbaru, yang mengatakan memang kosmetik-kosmetik yang dijual dipasaran banyak yang tiruan, maka dari itu tergantung pada pribadi masing-masing saja hendak membeli yang diduka tiruan dengan harga murah atau yang asli namun bikin kantong kering.

"Itu tergantung pada pribadi masing-masing yang menggunakanya,"paparnya.

Lanjut, ia juga berharap kepada pemerintah untuk melakukan penindakan terhadap maraknya obat dan kosmetik palsu, memang bukan saat ini efeknya tapi beberapa tahun kemudian akan dirasakan.

"Ya saran saya buat sesama cewek untuk hati-hati membeli keperluan kosmetik terutama untuk wajah, sementara untuk pemerintah harus ditingkatkan lagi pengawasannya,"teranngnya.

Disisi lain ketika dimintai keterangan kepada salah seorang yang berjualan berbagai macam alat make up, Edi, mengatakan dirinya disini hanya mencari nafkah. Sementara ditanya dari mana dapat pasokan barang-barang kosmetik tesebut Ia mengatakan dibelinya dari distributor besar yang ada di pulau Jawa.

"Kita pedagang kan disini hanya mencari nafkah, harga murah atau mahalnya sebuah produk kita jual itu tergantung pada modal yang kita keluarkan, jadi bukan karena tiruan atau asli,"tutupnya.

Powered by Blogger.
You are here : Home »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berita Terbaru | Berita Wajib - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger